Warga RI Makin Banyak Ngutang Lewat Pinjol, Pembiayaan Tembus Rp107 Triliun
Senin, 5 Oktober 2026 - 18:50 WIB
Jakarta, VIVA – Masyarakat Indonesia semakin banyak menggunakan layanan pinjaman daring atau pinjaman online (pinjol). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp106,94 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 22,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu catatan dalam perkembangan industri lembaga jasa keuangan nonbank. Meski pembiayaan pinjol meningkat cukup tinggi, OJK menyebut profil risiko industri masih berada dalam kondisi terkendali.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan tingkat risiko kredit macet masih berada pada level yang perlu dipantau.
Baca Juga
"Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tercatat berada di posisi 4,73 persen," ujar Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September 2026 di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Selain pinjaman daring, OJK mencatat pembiayaan perusahaan multifinance juga mengalami pertumbuhan hingga Agustus 2026. Nilainya mencapai Rp514,08 triliun atau tumbuh 1,68 persen secara tahunan.
Baca Juga
Agusman mengatakan pertumbuhan tersebut salah satunya didukung peningkatan pembiayaan modal kerja yang tumbuh 5,4 persen secara tahunan.
Dari sisi risiko, perusahaan pembiayaan mencatat rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross sebesar 3,04 persen. Sementara NPF Net tercatat sebesar 0,83 persen.
Sektor modal ventura juga masih mencatat pertumbuhan meski relatif terbatas. Pembiayaan modal ventura tumbuh 1,05 persen secara tahunan menjadi Rp16,50 triliun pada Agustus 2026.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada sektor pergadaian. OJK mencatat penyaluran pembiayaan pegadaian melonjak 44,60 persen secara tahunan menjadi Rp156,61 triliun.
Sebagian besar pembiayaan tersebut berasal dari produk gadai yang mencapai Rp132,84 triliun atau sekitar 84,82 persen dari total pembiayaan pegadaian.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) justru turun 0,33 persen secara tahunan menjadi Rp1,05 triliun. Namun, simpanan LKM tumbuh 7,70 persen menjadi Rp0,63 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Agusman memperkirakan industri perusahaan pembiayaan masih akan mencatat pertumbuhan positif hingga akhir 2026. Pertumbuhannya diproyeksikan berada pada kisaran 2 hingga 4 persen.
Proyeksi tersebut disampaikan di tengah tekanan perekonomian global yang berdampak pada perlambatan penjualan kendaraan bermotor dan pembiayaan investasi.
Halaman Selanjutnya
Untuk memperkuat industri PVML, OJK juga tengah menyusun Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) mengenai Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Aturan tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan bagi pemberi dana.